Salam Dapur!!!
Undangan kami sampaikan kepada selurh nayaga- nayagi Dapur Sastra & Teater STKS Bandung,
Dan seluruh pecinta seni,khususnya seni teater. Sehubungan akan dilaksanakannya acara RESITAL
angktan-26 pada :
*Tanggal : 30 november 2010
*Pukul : 19:00/sd selesai.
*Tempat : Jln. Ir. H. Juanda no : 367 (aula Lantai 3 STKS Bandung)
Kehadiran anda sekalian merupakan satu bentuk penghargaan yang sangat besar bagi kreatifitas kami.
Salam Dapur...!!!
"Hitam yang terlalu hitam bukanlah hitam
Putih yang terlalu putih bukanlah putih
Hitamku adalah hitam
Putihku adalah putih
Kami lahir dari diam
Dari diam kami berkarya"
Post By :
Risky Syahputra Pratama Lihu
Dst_26
Senin, 29 November 2010
Minggu, 28 November 2010
WIN WIN SOLUTION AJA TIDAK CUKUP!!!
WIN WIN SULUTION SAJA TIDAK CUKUP!!!
Salah satu kunci sukses dalam berhubungan jangka panjang adalah adalah Win-Win solution, baik itu kepada customer, kepada klien, kepada teman atau kepada Boss kita. Win-win solution adalah sama2 menguntungkan. Kalau kita untung orang lain rugi diyakini tidak berjangka panjang, lambat laun hidup kita makin sempit dan terbatas. Teman dan relasi makin menjauh karena kita berkarakter buruk, egois, mau menang sendiri. Kalau kita sebagai karyawan maka kita termasuk jadi benalu, hanya mau gajinya tapi kerjanya tidak menghasilkan. Maka agar bisa jangka panjang harus berprinsip Win-Win. Itu dulu......
Sekarang beda........
Dalam persaingan yang sangat ketat seperti kondisi sekarang ini, kita harus berlomba untuk mendapatkan simpati orang. Baik itu dilakukan oleh perusahaan kepada customernya maupun oleh kita sebagai pribadi dengan Boss kita atau dengan anak buah kita atau dengan relasi kita.
Untuk mamenangkan simpati maka Win-Win saja tidaklah cukup. Kita harus menggunakan prinsip yang baru yaitu:
1. "Win others first then I Win later" , atau
2. "Win others more then I Win less".
WIN OTHERS FIRST THEN I WIN LATER
Maksudnya adalah kita harus menguntungkan orang lain dulu baru kita pasti diuntungkan kemudian. Contoh untuk bisa naik pangkat, maka kita harus menunjukkan kinerja yang hebat dulu, baru Boss memilih kita untuk naik pangkat.
Bukan dibalik kan?
Kita dinaikkan jabatan atau naik gaji dulu baru kerja lebih giat, tentu bukan begitu. Karena Boss akan memilih orang yang paling siap untuk menduduki jabatan itu.
WIN OTHERS MORE THEN I WIN LESS
Maksudnya kalau anda ingin diingat orang lain, berikan lebih banyak dari yang anda terima darinya. Contoh jika anda diberi buah teman seharga 10.000 balaslah dia dengan hadiah yang harganya lebih dari 10.000. Pemberian lebih menimbulkan kesan yang sangat mendalam dibenaknya tentang kebaikan kita, rasa berhutang yang suatu ketika akan harus dibalas.
Dalam konsep marketing jika perusahaan memberikan kepada customer lebih dari yang diharapkan maka akan timbul rasa puas dan customer akan menjadi loyal pada produk kita.
Begitu juga jika anda ingin diingat Boss maka anda musti memberikan yang lebih banyak dari yang ia minta. Anda harus pastikan bahwa kerja anda lebih dahsyat dari bayaran yang anda terima.
Mungkin anda bertanya "Pak tapi saya sudah berbuat begitu kok gaji saya belum naik juga?"
Kalau begitu anda harus bekerja lebih hebat lagi hingga Boss anda benar2 sadar bahwa anda tidak pantas digaji sekecil itu.
Percayalah kalau anda memberikan jauh lebih hebat dari yang anda terima pasti Boss akan tahu. Kalau Boss tidak tahu juga maka dia sangat rugi karena anda bisa dibajak Boss lain yang tahu kehebatan anda.
Tapi anda harus pastikan dulu bahwa anda memang hebat.
Hebat dalam hal apa Pak?
Kalau anda karyawan, hebatnya seorang karyawan adalah:
- Dia menyenangkan Boss dan semua orang yang berhubungan dengannya.
- Dia menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Bagaimana caranya agar bisa hebat?
Terus belajar, Sering-sering ikut seminar, beli buku2,CD2 Audio, dll.
IKHLAS
Tapi ada yang labih indah dari semua itu kalau kita berbuat baik yang banyak kepada orang lain, insya Allah kita akan mendapatkan rahmatNya. Itulah keberuntungan yang sebenar-benarnya. Allahu a'lam.
OK sampai di sini dulu, sukses ya....
Semoga bermanfaat
Wassalam.
Post By :
Risky Syahputra Pratama Lihu
Salah satu kunci sukses dalam berhubungan jangka panjang adalah adalah Win-Win solution, baik itu kepada customer, kepada klien, kepada teman atau kepada Boss kita. Win-win solution adalah sama2 menguntungkan. Kalau kita untung orang lain rugi diyakini tidak berjangka panjang, lambat laun hidup kita makin sempit dan terbatas. Teman dan relasi makin menjauh karena kita berkarakter buruk, egois, mau menang sendiri. Kalau kita sebagai karyawan maka kita termasuk jadi benalu, hanya mau gajinya tapi kerjanya tidak menghasilkan. Maka agar bisa jangka panjang harus berprinsip Win-Win. Itu dulu......
Sekarang beda........
Dalam persaingan yang sangat ketat seperti kondisi sekarang ini, kita harus berlomba untuk mendapatkan simpati orang. Baik itu dilakukan oleh perusahaan kepada customernya maupun oleh kita sebagai pribadi dengan Boss kita atau dengan anak buah kita atau dengan relasi kita.
Untuk mamenangkan simpati maka Win-Win saja tidaklah cukup. Kita harus menggunakan prinsip yang baru yaitu:
1. "Win others first then I Win later" , atau
2. "Win others more then I Win less".
WIN OTHERS FIRST THEN I WIN LATER
Maksudnya adalah kita harus menguntungkan orang lain dulu baru kita pasti diuntungkan kemudian. Contoh untuk bisa naik pangkat, maka kita harus menunjukkan kinerja yang hebat dulu, baru Boss memilih kita untuk naik pangkat.
Bukan dibalik kan?
Kita dinaikkan jabatan atau naik gaji dulu baru kerja lebih giat, tentu bukan begitu. Karena Boss akan memilih orang yang paling siap untuk menduduki jabatan itu.
Intinya KERJA KERAS...
WIN OTHERS MORE THEN I WIN LESS
Maksudnya kalau anda ingin diingat orang lain, berikan lebih banyak dari yang anda terima darinya. Contoh jika anda diberi buah teman seharga 10.000 balaslah dia dengan hadiah yang harganya lebih dari 10.000. Pemberian lebih menimbulkan kesan yang sangat mendalam dibenaknya tentang kebaikan kita, rasa berhutang yang suatu ketika akan harus dibalas.
Dalam konsep marketing jika perusahaan memberikan kepada customer lebih dari yang diharapkan maka akan timbul rasa puas dan customer akan menjadi loyal pada produk kita.
Begitu juga jika anda ingin diingat Boss maka anda musti memberikan yang lebih banyak dari yang ia minta. Anda harus pastikan bahwa kerja anda lebih dahsyat dari bayaran yang anda terima.
Mungkin anda bertanya "Pak tapi saya sudah berbuat begitu kok gaji saya belum naik juga?"
Kalau begitu anda harus bekerja lebih hebat lagi hingga Boss anda benar2 sadar bahwa anda tidak pantas digaji sekecil itu.
Percayalah kalau anda memberikan jauh lebih hebat dari yang anda terima pasti Boss akan tahu. Kalau Boss tidak tahu juga maka dia sangat rugi karena anda bisa dibajak Boss lain yang tahu kehebatan anda.
Tapi anda harus pastikan dulu bahwa anda memang hebat.
Hebat dalam hal apa Pak?
Kalau anda karyawan, hebatnya seorang karyawan adalah:
- Dia menyenangkan Boss dan semua orang yang berhubungan dengannya.
- Dia menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.
Bagaimana caranya agar bisa hebat?
Terus belajar, Sering-sering ikut seminar, beli buku2,CD2 Audio, dll.
IKHLAS
Tapi ada yang labih indah dari semua itu kalau kita berbuat baik yang banyak kepada orang lain, insya Allah kita akan mendapatkan rahmatNya. Itulah keberuntungan yang sebenar-benarnya. Allahu a'lam.
OK sampai di sini dulu, sukses ya....
Semoga bermanfaat
Wassalam.
Post By :
Risky Syahputra Pratama Lihu
Senin pagi yang berkesan...
Senin tanggal 29 November 2010, adapun schedulle hari ini diantaranya :
1. 07:00 kuliah Teknik Pencatatan
2. 09:30 HBSE
3. 16:00 latihan teater
Berawal dari pukul 07:00, niat untuk bukan lebih awal di pagi ini, ternyata tidak kesampaian. pukul 07:00 mulai kuliah ada yang tahu aku bangun jam berapa?
apakah pukul 07:00 tetap?atau
lewat dari pukul 07:00?
yuppp'
benar bagi sahabat2 yang beranggapan aku bangun pada pukul 7 lebih.
dan parahnya aku bangun pada pukul 07:(lebih)45 menit.
waaaaaaaduuuuuuuuuhhhhh'
dalam pikiran aku pada waktu bangun .
waahhwahhhwaahhh,,,
bisa kacau nihhh bisa bisa aku ga bisa lagi mengikuti mata kuliah hari ini,
dengan optimisme dan semangat juang yang tinggi , aku tetap mandi, dan bergegas pergi ke kampus,
pada saat perjalan, sahabat tahu tidak kalau aku sudah mirip orang ga jelas githu..
wajah aku ga karuan karena keterlambatan itu.
namun pada saat nyampe kampus,
dari kejauhan terdengar suara pengeras suara!!!
dalam pikiranku:
(waahhh,, ga biasanya nihh ada bunyi bunyian kayak gini di parkiran kampus)
dan ternyata setelah masuk kedalam kampus, dengan sedikit rasa takut karena telat, dan ngos-ngosan karena berlarian.
ternyaaaataaa???
di adakan upacara KORPRI,
waaahhhwaaahhhwahhh...
perasaan takut yang membelenggu ternyata berubah menjadi agak sedikit berkurang karena melihat dosen pengajar berada di lapangan parkir masih mengikuti upacara tersebut.
naaaaaaaaahhhh...
itu dia tuuuhhh cerita akuuu pagi ini...
Insya Allah aku tidak akan terlambat lagi...
heheheh..
semoga bisa mengerti dan memahami arti dari tulisan aku.
salam hangat selalu untuk seluruh sahabat!!!
post by :
Risky Syahputra Pratama Lihu
INDAHNYA PULAU SARONDE!!!
Pulau Saronde adalah Pulau kecil yang indah dengan pesisir pantai yang putih mempesona. Pulau ini merupakan gugusan dari pulau Ponelo (Desa Ponelo) Kecamat Kwandang yang berjarak 12 mil dari dermaga Pelabuhan Kwandang.
pulau ini terletak di Kabupaten Gorontalo Utara Kecamatan Kwandang,
Masih banyak orang yang mungkin belum tahu keberadaan pulau saronde ini.
Luas pulau ini hanya sekitar kurang lebih 1km, dari bagian utara sampai selatang di kelilingi oleh pesisir pantai yang putih mempesona dan dari selatan ke timur di kelilingi bebatuan yang tertata rapi yang natural bak tatanan manusia. serta di kelilingi oleh indahnya tatanan terumbu karang.
*Bagi para penggila fotograph paling asiiik untuk hunting di pesisir pantai yang bebatuan indah'
*untuk para penggila selam, Saronde paling asiik dan paling pas di telusuri keindahan taman lautnya'
pokoknya ini adalah salah satu pulau yang paling pantas di kunjungi,
tidak memakan biaya banyak pula'
dari pusat kota gorontalo hanya membayar sewa angkot jurusan kwandang sebesar Rp. 15.000 itu saja.
Tunggu apalagi para penggila selam dan fotograph langsung aja datang ke Pulau ini.
Dijamin seru!!!
by :
Risky Syahputra Pratama Lihu
pulau ini terletak di Kabupaten Gorontalo Utara Kecamatan Kwandang,
Masih banyak orang yang mungkin belum tahu keberadaan pulau saronde ini.
Luas pulau ini hanya sekitar kurang lebih 1km, dari bagian utara sampai selatang di kelilingi oleh pesisir pantai yang putih mempesona dan dari selatan ke timur di kelilingi bebatuan yang tertata rapi yang natural bak tatanan manusia. serta di kelilingi oleh indahnya tatanan terumbu karang.
*Bagi para penggila fotograph paling asiiik untuk hunting di pesisir pantai yang bebatuan indah'
*untuk para penggila selam, Saronde paling asiik dan paling pas di telusuri keindahan taman lautnya'
pokoknya ini adalah salah satu pulau yang paling pantas di kunjungi,
tidak memakan biaya banyak pula'
dari pusat kota gorontalo hanya membayar sewa angkot jurusan kwandang sebesar Rp. 15.000 itu saja.
Tunggu apalagi para penggila selam dan fotograph langsung aja datang ke Pulau ini.
Dijamin seru!!!
by :
Risky Syahputra Pratama Lihu
Sabtu, 27 November 2010
OPTIMIS PENCAPAIAN KEBERHASILAN RESITAL DST-ku DST-kalian!!!
salam DAPUR!!!
Hari H pelaksanaan RESITAL(ujian terakhir untuk anggota baru DST)
tinggal menghitung hari, yang akan di selnggarakan pada tangga 30 November 2010 bertempat di lantai 3 aula STKS bandung, dalam konsep pementasan seni teater. Tentu saja kita semua tahu dalam pelaksanaan suatu acara itu bukanlah hal mudah, perlu beberapa persiapan yang matang, dan juga pasti ada saja halang rintangan yang menghadang untuk keberhasilaan acara tersebut, diantaranya ada saja anggota yang tidak ontime, yang berusaha untuk tidak mengikuti acara tersebut, dan bahkan ada seorang yang sudah menjadi satu panutan keluar begitu saja seolah tidak mengabaikan komitmen yang telah di sepakati bersama. Tapi sudahlah itu hal yang wajar dan manusia dalam proses!!!
terlepas dari itu semua.
saya : risky sp lihu
2.Wisnu
3.Dimas
4.Adi
5.Wahyu
6.Pipit
7.Chibi
8.Sofie
9.Dian
10.Diinni
berjanji akan menyuguhkan penampilan dan pementasan yang menarik untuk seluruh nayaga-nayagi(pendahulu-pendahulu) DST (Dapur Sastra & Teater).
Kami ber-10 berjanji akan meneruskan semua usaha para nayaga- nayagi dala usaha mengebulkan asap di dapur kita tercinta.
untuk kesempurnaan dan keberhasilan acara tidak lupa kami memohon dukungan doa agar semua berjalan dengan lancar.
tidak lupa juga kami sampaikan terima kasih kepada :
1. Kang Arman
2. Kang Adhi
3. Teh Ray
4. Ayah Adit Qunyyit
5. Teh May
6. Gary (oscar)
7. Fat
8. Nisa (icha)
9. Kang Kiwil
10. K Dinda.
11. K Ismar. :)
11. K Ismar. :)
dan semua yang telah meluangkan waktu untuk membina, melatih, serrta berpartisipasi dan keberhasilan dan kesuksesan acara ini!!!
"hitam yang terlalu hitam bukan hitam
putih yang terlalu putih bukanlah putih
hitamku adalah hitam
putihku adalah putih
kami lahir dari diam
dari diam kami berkarya"
DST slalu di HATI.
Selasa, 23 November 2010
BUAYA KEMABARAN MANUSIA!!!
akhir akhir ini gorontalo utara di hebohkan dengan fenomena yang luar biasa .
PASTI TIDAK YANG PERCAYA !!!
TIDAK BISA DI LOGIKAKAN!!!
MANUSIA BERSAUDARA DENGAN BUAYA!!!
NIH CERITA SELENGKAPANYA :
Pak Iko dan Ibu Ati (orang tua dari anak = buaya kembaran manusia), dari cerita yang berkembang, dan juga galian informasi pendukung dari warga sekitar dan pengunjung buaya tersebut, membenarkan kehadiran buaya dengan nama Sabrina (perempuan, 18 Th) dan kembrannya Sabri (laki-laki, 18 Th).
NIH FOTONYA SABRINA
Galian informasi ini terus menyebar seolah angin yang bertiup dari pulau itu ikut menyebarkan keberadan buaya tersebut. Berita ini terus mampu menghipnotis jutaan manusia untuk melihat dari dekat kebenaran dan keberadaan buaya itu. Semakin hari semakin banyak pengunjung, kata warga sekitar ketika saya bertanya pada mereka. Lalu, benarkah buaya itu adalah sedarah dengan manusia, lahir dari rahim manusia, dan dewasa sebagai buaya. Mari membuktikannya sendiri. Perjalanan saya ke pulau Malambe, Ponelo Gorontalo Utara itu tidak sendirian. Dalam sebuah ekpedisi saya yang kedua ini, saya tidak sendiri, tetapi ditemani oleh beberapa teman saya yang juga ingin membuktikan sendiri kebenaran buaya kembaran manusia tersebut.
Kebenaran apa yang didapat dari ekspedisi part II ini? Saya menamai perjalanan ini dengan sebutan “Ekspedisi Crocodile Island” setelah perjalanan sebelumnya, diberi nama “Proving a story and news”. Lalu pembuktian dan bukti apa yang didapat dalam ekspedisi part II? Percaya atau tidak kalianlah yang menentukan dan silahkan buktikan sendiri ke lokasi.
Usai menggali informasi baru dari warga dan pengunjung yang lebih dulu datang, saya masuk kerumah pemilik buaya itu, yakni rumah kediaman keluar pak Iko dan Ibu Ati, lengkapnya Ibu Hayati (menurut sumber berita). Didalam rumah itu sudah berkumpul banyak orang, dan sepertinya masih seperti minggu kemarin. Tetapi untuk kali ini, saya bisa bertatap muka langsung dengan orang tua dan saudara kembar buaya tersebut, yang olehnya diberi nama Sabrina. Setelah bercanda sesaat, saya mengajukan beberapa pertanyaan seputar berita tentang buaya Sabrina itu. Ibu Ati terus menjawab beberapa pertanyaan dari saya. Bagaimana buaya itu bisa ada diantara mereka, penuturan ibu Ati sama dengan cerita yang berkembang, seperti yang saya posting sebelumnyaGalian informasi ini terus menyebar seolah angin yang bertiup dari pulau itu ikut menyebarkan keberadan buaya tersebut. Berita ini terus mampu menghipnotis jutaan manusia untuk melihat dari dekat kebenaran dan keberadaan buaya itu. Semakin hari semakin banyak pengunjung, kata warga sekitar ketika saya bertanya pada mereka. Lalu, benarkah buaya itu adalah sedarah dengan manusia, lahir dari rahim manusia, dan dewasa sebagai buaya. Mari membuktikannya sendiri. Perjalanan saya ke pulau Malambe, Ponelo Gorontalo Utara itu tidak sendirian. Dalam sebuah ekpedisi saya yang kedua ini, saya tidak sendiri, tetapi ditemani oleh beberapa teman saya yang juga ingin membuktikan sendiri kebenaran buaya kembaran manusia tersebut.
Kebenaran apa yang didapat dari ekspedisi part II ini? Saya menamai perjalanan ini dengan sebutan “Ekspedisi Crocodile Island” setelah perjalanan sebelumnya, diberi nama “Proving a story and news”. Lalu pembuktian dan bukti apa yang didapat dalam ekspedisi part II? Percaya atau tidak kalianlah yang menentukan dan silahkan buktikan sendiri ke lokasi.
Usai menggali informasi baru dari warga dan pengunjung yang lebih dulu datang, saya masuk kerumah pemilik buaya itu, yakni rumah kediaman keluar pak Iko dan Ibu Ati, lengkapnya Ibu Hayati (menurut sumber berita). Didalam rumah itu sudah berkumpul banyak orang, dan sepertinya masih seperti minggu kemarin. Tetapi untuk kali ini, saya bisa bertatap muka langsung dengan orang tua dan saudara kembar buaya tersebut, yang olehnya diberi nama Sabrina. Setelah bercanda sesaat, saya mengajukan beberapa pertanyaan seputar berita tentang buaya Sabrina itu. Ibu Ati terus menjawab beberapa pertanyaan dari saya. Bagaimana buaya itu bisa ada diantara mereka, penuturan ibu Ati sama dengan cerita yang berkembang, seperti yang saya posting sebelumnya (silahkan kunjungi : http://takula.blogdetik.com) beritanya ada disitu, dan saya tidak perlu lagi membahasnya disini. beritanya ada disitu, dan saya tidak perlu lagi membahasnya disini.
Yang saya garis bawahi dari perjalanan saya tadi, sambil membaca situasi dirumah kediaman buaya tersebut, adalah rasa penasaran yang terjawab namun bukan harapan. Apa maksudnya? Menurut cerita, buaya memiliki tingkatan rasa malu seperti halnya manusia (diposting sebelumnya), dia tidak begitu saja mau diajak main kehadapan orang banyak.
Selama beberapa jam saya ada disana, buaya tersebut katanya sedang tidur, dan tidak bisa diambil gambar, kerena tubuhnya tertutup dengan kain sarung. Raut penasaran dari banyak orang makin membludak, ketika saya masih terus melontarkan banyak pertanyaan ke Ibu Ati, dan Ibu Ati pun dengan santai menjawab setiap pertanyaan saya, layaknya seorang wartawan. Saya, dan yang ada dilokasi itu, sama-sama berhasrat mengambil gambar ketika buaya itu merayap kesana-kemari didalam rumahnya, namun tidak terpenuhi.
Semakin saya mewawancarai ibu itu, sepertinya ada yang aneh dari berita ini, diam-diam pun saya memutuskan kejadian ini simpang siur. Kenapa? Apa alasannya? Dalam ekspedisi ini, saya tidak menemukan kejelasan tentang kebenaran buaya itu, selain cerita dari warga sekitar dan ibu Ati.
Saya pun mencoba mendekati Sabri, saudara kembar laki-laki dari Sabrina Si Buaya itu. Terdorong ingin membuktikan secara akal, dan dihantui rasa penasaran, saya terus melontarkan pertanyaan tentang kebenaran buaya itu. Sabri pun mengakui, buaya itu adalah kembarnya yang lahir bersamanya sejak 18 tahun lalu.
Ada sedikit keanehan yang saya temui disana, selama ekspedisi ini, yaitu :
- Ibu Ati, tidak mengetahui kapan tanggal persisnya dilahirkan Sabri dan Sabrina (lupa, katanya);
- Buaya Sabrina, tidak mau makan kecuali bila Sabri lapar, artinya ketika Sabri makan, maka sudah pasti si Sabrina pun akan merasa kenyang meski tak disuapi makanan;
- Keadaan Sabrina yang terus bersembunyi dari kerumunan orang, yah..namanya saja hewan bila dia hanya sendirian, terus dikerumuni banyak orang tentu saja dia akan menjauh, bersembunyi agar tidak terlihat;
- Menurut berita yang saya rangkum minggu kemarin, Sabrina berukuran panjang 151 cm, versi cerita berkembang, tetapi kenyataanya tidak, Sabrina kini berukuran kecil tidak sampai 1 meter. Bila diperkirakan, usia 18 Tahun, mungkin panjangnya lebih dari dua meter, dengan lebar seperti karung beras, artinya ukuran sebesar itu, manusia pun bisa jadi mangsa yang langsung ditelan;
- Kondisinya yang tertutup sarung disekujur tubuh, dan akses masuk kekamar Sabrina terhalang setengah daun pintu, membuat saya dan sebagian orang kurang meyakini keberadaannya, karena tidak ada gerakan resmi yang membuktikan ada gerakan makhluk hidup dibalik sarung itu, paling tidak yang namanya tertidur masih akan gerakan refleks meski tak disentuh;
- Ketika saya meminta Ibu Ati dan Sabri untuk menggendongnya dan diabadikan dalam foto perjalanan, mereka seperti enggan memenuhinya, alasannya Sabrina sedang tidur.
- Yang namanya buaya, meski dia terlahir dari rahim manusia, tetaplah dunia kehidupannya adalah air. Buaya pun meski mampu bertahan hidup didaratan tetapi selebihnya dia sebagai makhluk yang menempati air. Buaya Sabrina sudah 16 hari sampai dengan saat ini (21/11/2010) tetap berada didaratan tanpa makan dan minum.
- Menurut penuturan ibu Ati, sewaktu usia Sabri 1 tahun, mereka hijrah ke Malaysia entah jadi TKI atau apa saya tidak tahu pasti, katanya Sabrina sering muncul dipemandian mereka disungai. Kejadian ini terus berulang, hingga Ibu Ati pun sering melihat buaya itu mendekatinya disebuah sungai, kejadian ini terus berulang.
- Begitu mereka kembali lagi ke Indonesia, dan kepulau Ponelo desa Malambe pedukuhan Dulango, buaya itu pun mengikuti mereka.
- Aneh, sejak dua tahun yang lalu kembali dari Malaysia, baru kali ini si buaya itu muncul. Bila dipikir, mungkin si Sabrina membutuhkan waktu dua tahun untuk mengarungi perairan Malaysia hingga Indonesia, tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah buaya mampu berenang sejauh itu? Wallahu alam. Saya pun tidak bisa berspekulasi.
Selebihnya, membingungkan, itulah hasil akhir dari perjalanan ekspedisi part II ini. Dan penelusuran saya pun tentang buaya itu saya nyatakan saya selesai dengan hasil saya sendiri bingung dan cenderung menganggap ini masih simpang siur. Bagaimana menurut pengunjung yang lain atau yang membaca posting ini, tergantung pribadi masing-masing menganggap apa.
Belum ada kabar pasti, yang menurut saya bisa saya terima dengan akal sehat. Bagaimana membuktikannya secara ilmiah? Mungkin membutuhkan keahlian khusus, mengetes DNA buaya itu apakah buaya Sabrina berdarah manusia. Mungkin juga pemerintah bisa terlibat disini, yaitu menunjukkan kepada publik kebenaran tentang buaya ini untuk bisa diterima secara akal.
Bila ada tes DNA bahwa Sabri dan Sabrina adalah sedarah, berarti itu adalah kebenaran yang ditunjukkan Allah yang harus kita ketahui. Bila tidak ada pembuktian ilmiah, menurut saya dan pikirannya saya, ini akan menjurus kehal-hal mistik, yang akhirnya mengubah cara pandang manusia tentang kehadiran buaya itu sebagai Sabrina. Bila ada yang ingin membuktikan secara ilmiah, silahkan selagi masih ramai dan hangat dibicarakan orang. Wallahu Alam. Kita hanya berserah pada pemilik rahasia sejati, Allah SWT.
by :
http://takula.blogdetik.com
PASTI TIDAK YANG PERCAYA !!!
TIDAK BISA DI LOGIKAKAN!!!
MANUSIA BERSAUDARA DENGAN BUAYA!!!
NIH CERITA SELENGKAPANYA :
Pak Iko dan Ibu Ati (orang tua dari anak = buaya kembaran manusia), dari cerita yang berkembang, dan juga galian informasi pendukung dari warga sekitar dan pengunjung buaya tersebut, membenarkan kehadiran buaya dengan nama Sabrina (perempuan, 18 Th) dan kembrannya Sabri (laki-laki, 18 Th).
NIH FOTONYA SABRINA
Galian informasi ini terus menyebar seolah angin yang bertiup dari pulau itu ikut menyebarkan keberadan buaya tersebut. Berita ini terus mampu menghipnotis jutaan manusia untuk melihat dari dekat kebenaran dan keberadaan buaya itu. Semakin hari semakin banyak pengunjung, kata warga sekitar ketika saya bertanya pada mereka. Lalu, benarkah buaya itu adalah sedarah dengan manusia, lahir dari rahim manusia, dan dewasa sebagai buaya. Mari membuktikannya sendiri. Perjalanan saya ke pulau Malambe, Ponelo Gorontalo Utara itu tidak sendirian. Dalam sebuah ekpedisi saya yang kedua ini, saya tidak sendiri, tetapi ditemani oleh beberapa teman saya yang juga ingin membuktikan sendiri kebenaran buaya kembaran manusia tersebut.
Kebenaran apa yang didapat dari ekspedisi part II ini? Saya menamai perjalanan ini dengan sebutan “Ekspedisi Crocodile Island” setelah perjalanan sebelumnya, diberi nama “Proving a story and news”. Lalu pembuktian dan bukti apa yang didapat dalam ekspedisi part II? Percaya atau tidak kalianlah yang menentukan dan silahkan buktikan sendiri ke lokasi.
Usai menggali informasi baru dari warga dan pengunjung yang lebih dulu datang, saya masuk kerumah pemilik buaya itu, yakni rumah kediaman keluar pak Iko dan Ibu Ati, lengkapnya Ibu Hayati (menurut sumber berita). Didalam rumah itu sudah berkumpul banyak orang, dan sepertinya masih seperti minggu kemarin. Tetapi untuk kali ini, saya bisa bertatap muka langsung dengan orang tua dan saudara kembar buaya tersebut, yang olehnya diberi nama Sabrina. Setelah bercanda sesaat, saya mengajukan beberapa pertanyaan seputar berita tentang buaya Sabrina itu. Ibu Ati terus menjawab beberapa pertanyaan dari saya. Bagaimana buaya itu bisa ada diantara mereka, penuturan ibu Ati sama dengan cerita yang berkembang, seperti yang saya posting sebelumnyaGalian informasi ini terus menyebar seolah angin yang bertiup dari pulau itu ikut menyebarkan keberadan buaya tersebut. Berita ini terus mampu menghipnotis jutaan manusia untuk melihat dari dekat kebenaran dan keberadaan buaya itu. Semakin hari semakin banyak pengunjung, kata warga sekitar ketika saya bertanya pada mereka. Lalu, benarkah buaya itu adalah sedarah dengan manusia, lahir dari rahim manusia, dan dewasa sebagai buaya. Mari membuktikannya sendiri. Perjalanan saya ke pulau Malambe, Ponelo Gorontalo Utara itu tidak sendirian. Dalam sebuah ekpedisi saya yang kedua ini, saya tidak sendiri, tetapi ditemani oleh beberapa teman saya yang juga ingin membuktikan sendiri kebenaran buaya kembaran manusia tersebut.
Kebenaran apa yang didapat dari ekspedisi part II ini? Saya menamai perjalanan ini dengan sebutan “Ekspedisi Crocodile Island” setelah perjalanan sebelumnya, diberi nama “Proving a story and news”. Lalu pembuktian dan bukti apa yang didapat dalam ekspedisi part II? Percaya atau tidak kalianlah yang menentukan dan silahkan buktikan sendiri ke lokasi.
Usai menggali informasi baru dari warga dan pengunjung yang lebih dulu datang, saya masuk kerumah pemilik buaya itu, yakni rumah kediaman keluar pak Iko dan Ibu Ati, lengkapnya Ibu Hayati (menurut sumber berita). Didalam rumah itu sudah berkumpul banyak orang, dan sepertinya masih seperti minggu kemarin. Tetapi untuk kali ini, saya bisa bertatap muka langsung dengan orang tua dan saudara kembar buaya tersebut, yang olehnya diberi nama Sabrina. Setelah bercanda sesaat, saya mengajukan beberapa pertanyaan seputar berita tentang buaya Sabrina itu. Ibu Ati terus menjawab beberapa pertanyaan dari saya. Bagaimana buaya itu bisa ada diantara mereka, penuturan ibu Ati sama dengan cerita yang berkembang, seperti yang saya posting sebelumnya (silahkan kunjungi : http://takula.blogdetik.com) beritanya ada disitu, dan saya tidak perlu lagi membahasnya disini. beritanya ada disitu, dan saya tidak perlu lagi membahasnya disini.
Yang saya garis bawahi dari perjalanan saya tadi, sambil membaca situasi dirumah kediaman buaya tersebut, adalah rasa penasaran yang terjawab namun bukan harapan. Apa maksudnya? Menurut cerita, buaya memiliki tingkatan rasa malu seperti halnya manusia (diposting sebelumnya), dia tidak begitu saja mau diajak main kehadapan orang banyak.
Selama beberapa jam saya ada disana, buaya tersebut katanya sedang tidur, dan tidak bisa diambil gambar, kerena tubuhnya tertutup dengan kain sarung. Raut penasaran dari banyak orang makin membludak, ketika saya masih terus melontarkan banyak pertanyaan ke Ibu Ati, dan Ibu Ati pun dengan santai menjawab setiap pertanyaan saya, layaknya seorang wartawan. Saya, dan yang ada dilokasi itu, sama-sama berhasrat mengambil gambar ketika buaya itu merayap kesana-kemari didalam rumahnya, namun tidak terpenuhi.
Semakin saya mewawancarai ibu itu, sepertinya ada yang aneh dari berita ini, diam-diam pun saya memutuskan kejadian ini simpang siur. Kenapa? Apa alasannya? Dalam ekspedisi ini, saya tidak menemukan kejelasan tentang kebenaran buaya itu, selain cerita dari warga sekitar dan ibu Ati.
Saya pun mencoba mendekati Sabri, saudara kembar laki-laki dari Sabrina Si Buaya itu. Terdorong ingin membuktikan secara akal, dan dihantui rasa penasaran, saya terus melontarkan pertanyaan tentang kebenaran buaya itu. Sabri pun mengakui, buaya itu adalah kembarnya yang lahir bersamanya sejak 18 tahun lalu.
Ada sedikit keanehan yang saya temui disana, selama ekspedisi ini, yaitu :
- Ibu Ati, tidak mengetahui kapan tanggal persisnya dilahirkan Sabri dan Sabrina (lupa, katanya);
- Buaya Sabrina, tidak mau makan kecuali bila Sabri lapar, artinya ketika Sabri makan, maka sudah pasti si Sabrina pun akan merasa kenyang meski tak disuapi makanan;
- Keadaan Sabrina yang terus bersembunyi dari kerumunan orang, yah..namanya saja hewan bila dia hanya sendirian, terus dikerumuni banyak orang tentu saja dia akan menjauh, bersembunyi agar tidak terlihat;
- Menurut berita yang saya rangkum minggu kemarin, Sabrina berukuran panjang 151 cm, versi cerita berkembang, tetapi kenyataanya tidak, Sabrina kini berukuran kecil tidak sampai 1 meter. Bila diperkirakan, usia 18 Tahun, mungkin panjangnya lebih dari dua meter, dengan lebar seperti karung beras, artinya ukuran sebesar itu, manusia pun bisa jadi mangsa yang langsung ditelan;
- Kondisinya yang tertutup sarung disekujur tubuh, dan akses masuk kekamar Sabrina terhalang setengah daun pintu, membuat saya dan sebagian orang kurang meyakini keberadaannya, karena tidak ada gerakan resmi yang membuktikan ada gerakan makhluk hidup dibalik sarung itu, paling tidak yang namanya tertidur masih akan gerakan refleks meski tak disentuh;
- Ketika saya meminta Ibu Ati dan Sabri untuk menggendongnya dan diabadikan dalam foto perjalanan, mereka seperti enggan memenuhinya, alasannya Sabrina sedang tidur.
- Yang namanya buaya, meski dia terlahir dari rahim manusia, tetaplah dunia kehidupannya adalah air. Buaya pun meski mampu bertahan hidup didaratan tetapi selebihnya dia sebagai makhluk yang menempati air. Buaya Sabrina sudah 16 hari sampai dengan saat ini (21/11/2010) tetap berada didaratan tanpa makan dan minum.
- Menurut penuturan ibu Ati, sewaktu usia Sabri 1 tahun, mereka hijrah ke Malaysia entah jadi TKI atau apa saya tidak tahu pasti, katanya Sabrina sering muncul dipemandian mereka disungai. Kejadian ini terus berulang, hingga Ibu Ati pun sering melihat buaya itu mendekatinya disebuah sungai, kejadian ini terus berulang.
- Begitu mereka kembali lagi ke Indonesia, dan kepulau Ponelo desa Malambe pedukuhan Dulango, buaya itu pun mengikuti mereka.
- Aneh, sejak dua tahun yang lalu kembali dari Malaysia, baru kali ini si buaya itu muncul. Bila dipikir, mungkin si Sabrina membutuhkan waktu dua tahun untuk mengarungi perairan Malaysia hingga Indonesia, tetapi yang menjadi pertanyaan, apakah buaya mampu berenang sejauh itu? Wallahu alam. Saya pun tidak bisa berspekulasi.
Selebihnya, membingungkan, itulah hasil akhir dari perjalanan ekspedisi part II ini. Dan penelusuran saya pun tentang buaya itu saya nyatakan saya selesai dengan hasil saya sendiri bingung dan cenderung menganggap ini masih simpang siur. Bagaimana menurut pengunjung yang lain atau yang membaca posting ini, tergantung pribadi masing-masing menganggap apa.
Belum ada kabar pasti, yang menurut saya bisa saya terima dengan akal sehat. Bagaimana membuktikannya secara ilmiah? Mungkin membutuhkan keahlian khusus, mengetes DNA buaya itu apakah buaya Sabrina berdarah manusia. Mungkin juga pemerintah bisa terlibat disini, yaitu menunjukkan kepada publik kebenaran tentang buaya ini untuk bisa diterima secara akal.
Bila ada tes DNA bahwa Sabri dan Sabrina adalah sedarah, berarti itu adalah kebenaran yang ditunjukkan Allah yang harus kita ketahui. Bila tidak ada pembuktian ilmiah, menurut saya dan pikirannya saya, ini akan menjurus kehal-hal mistik, yang akhirnya mengubah cara pandang manusia tentang kehadiran buaya itu sebagai Sabrina. Bila ada yang ingin membuktikan secara ilmiah, silahkan selagi masih ramai dan hangat dibicarakan orang. Wallahu Alam. Kita hanya berserah pada pemilik rahasia sejati, Allah SWT.
by :
http://takula.blogdetik.com
Jumat, 19 November 2010
Langganan:
Postingan (Atom)










